Pohonnya Sudah, Hutannya Kapan?
Menanam satu pohon di panggung dunia boleh saja. Tapi kalau hutan di rumah terus terbakar, rakyat hanya melihat jarak antara simbol dan kenyataan.
"Pak, hutannya kapan diselamatkan?" — hening.
12 September 2026, di New Delhi: sebatang pohon Banyan ditanam di sela KTT BRICS, lengkap dengan prasasti "A Greener Stronger Tomorrow" dan tepuk tangan delegasi. Di saat yang sama, enam provinsi di dalam negeri masih jadi titik prioritas penanganan karhutla, dengan puluhan ribu hektare terdampak sejak awal September.
Komik ini tidak menutup mata dari kerja lapangan yang nyata: satgas darat membuat sekat bakar, helikopter menjatuhkan water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca berjalan. Yang disoal adalah lapisan di atasnya — rapat yang membahas mood board hijau dan tagar, sementara "soal asap itu urusan halaman belakang".
Sembilan suara — pelajar, ibu rumah tangga, petani, dokter, petugas pemadam — sepakat pada satu hal sederhana: keselamatan publik harus didahulukan daripada pencitraan. Menanam satu pohon di panggung dunia boleh saja; yang ditanyakan rakyat cuma satu — hutan di rumah, kapan diselamatkan?
Sumber & referensi
Bagian ini memuat rujukan faktual yang menjadi konteks karya. Satire dan opini tetap merupakan interpretasi kreatif redaksi.
-
01
↗
Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) · 01 Sep 2026
Portal resmi data dan penanganan karhutla, termasuk provinsi prioritas dan luas area terdampak. -
02
↗
Sistem Pemantauan Titik Panas (SiPongi)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Sistem resmi pemantauan titik panas dan kebakaran hutan/lahan berbasis satelit. -
03
↗
Informasi Kualitas Udara dan ISPU
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Rujukan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara dan sebaran asap karhutla per wilayah.
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi.