Dana Sat Set, Guru Tetap Seret?
Yang satu dipamerkan. Yang satu cuma ditadahi ember.
"Kalau pendidikan katanya prioritas, kenapa rasa mendesaknya sering kalah duluan?"
Dana bisa "sat set" kalau memang diniatkan: pameran 150 periset di Istana, katalog pengadaan mobil golf yang "tersedia", ratusan motor trail dan helikopter water bombing untuk karhutla. Semua itu punya alasan. Yang jadi pertanyaan komik ini: kenapa atap kelas yang bocor tiap hujan justru ditadahi ember dulu, dan rehab sekolah "masuk rapat berikutnya"?
Komik ini tidak anti-riset, tidak anti-kendaraan kerja, tidak menganggap karhutla remeh. Ia cuma menaruh dua hal bersebelahan: yang satu dipamerkan, yang satu ditadahi ember. "Budget adalah pilihan," kata gurunya. "Prioritas itu terlihat dari siapa yang dibantu lebih dulu."
Akhirnya rehab sekolah dimulai — dan itulah nada yang dituju: bukan menyalahkan satu pos anggaran, tapi meminta agar guru dan sekolah tidak selalu kalah cepat.
Sumber & referensi
Bagian ini memuat rujukan faktual yang menjadi konteks karya. Satire dan opini tetap merupakan interpretasi kreatif redaksi.
-
01
↗
Informasi APBN dan Anggaran Pendidikan
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Rujukan resmi untuk memeriksa alokasi dan realisasi anggaran negara, termasuk anggaran fungsi pendidikan. -
02
↗
Data Sarana-Prasarana Sekolah dan Kesejahteraan Guru
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Portal kebijakan pendidikan dasar dan menengah, termasuk rehabilitasi sekolah dan tunjangan guru. -
03
↗
Katalog dan Sistem Pengadaan Pemerintah
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
Konteks mengenai katalog elektronik dan mekanisme pengadaan barang/jasa pemerintah.
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi.